Bupati Masinton Pasaribu Laporkan Banjir Susulan dan Ancaman Longsor di Tapanuli Tengah Sumatera Utara Akibat Cuaca Ekstrem

Bupati Masinton Pasaribu Laporkan Banjir Susulan dan Ancaman Longsor di Tapanuli Tengah Sumatera Utara Akibat Cuaca Ekstrem

Teks Gambar Situasi Kondisi Banjir Senin 16/02/2026 Tapanuli Utara Bupati Tapteng Mengabarkan Menyiarakan Melalui Facebook Masinton(Gambar Screenshoot Facebook Masinton Rabu 18 Februari 2026)

Aliansitv.com-Sumatera Utara-Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melaporkan kondisi terkini wilayahnya yang kembali dilanda banjir susulan akibat perubahan cuaca ekstrem yang terjadi pada Senin (16/02/2026). Pada siang hari, cuaca dilaporkan cerah dan panas, namun menjelang sore langit tiba-tiba mendung disertai hujan deras yang turun secara drastis.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah perbukitan dan daerah hulu sejak sekitar pukul 17.00 WIB menyebabkan sejumlah kawasan yang sebelumnya terdampak banjir kembali terendam. Debit air meningkat cepat hingga meluap ke permukiman warga.

Air bah membawa sedimen dan material kayu dari hulu sungai, mengisi kembali aliran sungai yang sebelumnya telah dibersihkan. Tanggul darurat yang dibangun pascabanjir sebelumnya dilaporkan kembali jebol akibat derasnya arus air.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan segera melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Masyarakat diimbau menjauhi wilayah rawan banjir serta mewaspadai potensi longsor susulan, terutama di daerah perbukitan.


Petugas terus melakukan pemantauan dan evakuasi sejak sore hingga malam hari guna memastikan keselamatan warga serta memetakan titik-titik banjir dan longsor.

Diketahui, pasca banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025, dalam sepekan terakhir wilayah Tapanuli Tengah kembali mengalami dua kali banjir, yakni pada 11 Februari dan 16 Februari 2026. Sejumlah rumah warga terendam, akses jalan tergenang bahkan ada yang amblas dan terputus, serta terjadi longsoran di beberapa titik.

Warga yang tinggal di daerah rawan telah dievakuasi ke lokasi aman seperti gedung olahraga (GOR), sekolah, serta fasilitas umum di tingkat kecamatan dan desa yang kembali difungsikan sebagai tempat pengungsian.

Pemerintah daerah berharap masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Meski cobaan datang bertubi-tubi, semangat kebersamaan dan solidaritas warga diharapkan mampu mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak.

Bencana yang terjadi bertubi-tubi menjadi ujian berat bagi masyarakat Tapanuli Tengah. Kewaspadaan, kepatuhan terhadap imbauan petugas, serta semangat gotong royong menjadi kunci keselamatan dan pemulihan. Semoga masyarakat yang terdampak diberi kekuatan dan perlindungan, serta kondisi segera pulih seperti sediakala.(Red)

Penulis :Redaksi

Dilansir Aliansitv.com dari Halam Facebook Masinton(Bupati Tapteng)Rabu 18 Februari 2026 Kejadian Banjir Tapanuli Tengah 16 Februari 2026.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama