Teks Foto : Petani Padang Halaban Kuasai Alat berat dengan menghadang dan tidur di atas alat berat.
Aliansitv.com-PADANG HALABAN- Konflik agraria kembali memanas di wilayah Padang Halaban, Sumatera Utara, sejumlah warga tani yang mengaku sebagai pemilik sah lahan terus melakukan aksi perlawanan dengan menguasai alat berat yang masih beroperasi di lokasi sengketa.
Hal ini dikatakan ibu Dede, Kamis, 26 Februari 2026 melalui WhatsApp nya kepada Aliansi mengatakan, kami akan terus berbuat mempertahankan tanah kami, sehingga dengan turunnya alat berat membuat warga turun langsung ke lapangan untuk menghentikan aktivitas dengan cara menguasai alat berat dan menghentikan operasionalnya.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas pengerjaan lahan yang dinilai sepihak dan mengabaikan hak-hak masyarakat.
Warga menilai, penggunaan alat berat di atas lahan yang masih bersengketa telah memperkeruh situasi dan berpotensi memicu konflik horizontal.
Menurut keterangan warga lainnya, alat berat yang masuk ke area tersebut tetap bergerak meski telah mendapat penolakan dari masyarakat, Karena alat berat terus mengerjakan lahan milik kami, inilah membuat warga turun langsung ke lapangan untuk menghentikan aktivitas dengan cara menguasai alat berat dan menghentikan operasionalnya.
“Kami hanya mempertahankan tanah kami. Ini milik kami, bukan untuk diambil sepihak,” ujar salah seorang warga di lokasi, Situasi di lapangan dilaporkan sempat memanas, namun hingga saat ini masih dalam kondisi terkendali dengan pengawasan aparat keamanan.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk menyelesaikan konflik secara adil dan transparan, Konflik lahan di Padang Halaban sendiri telah berlangsung cukup lama dan melibatkan berbagai pihak. Hingga kini belum ada titik temu yang dapat mengakhiri sengketa tersebut.
Warga tani menegaskan akan terus bertahan dan memperjuangkan hak atas tanah mereka, serta meminta aktivitas alat berat dihentikan total sampai ada keputusan hukum yang jelas.(Red).
