Seruan Pejuang Tanah: Tolak “Tali Asih”, Bersatu Lawan Ketidakadilan

Seruan Pejuang Tanah: Tolak “Tali Asih”, Bersatu Lawan Ketidakadilan


Teks foto:Masih suasana Lebaran Kelompok Pejuang Tanah Masyarakat Padang Halaban, berkumpul memperkuat tidak menerima "Tali Asih"kami tetap memperjuangkan tanah milik kami yang dirampas pihak PT. (Aliansitv-Red)

Aliansitv.com-PADANG HALABAN- Gelombang penolakan terhadap praktik pemberian “tali asih” dalam sengketa lahan kembali menguat. 

Sejumlah pejuang tanah menyerukan agar masyarakat tetap bersatu, tidak mudah terpancing, serta terus memperjuangkan hak atas tanah yang dianggap sebagai warisan untuk generasi mendatang.

Dalam seruan yang beredar, yang dirangkum Aliansitv.com, melalui akun Facebook, Komsiatik, di saat Halal Bilhalal, pada Rabu, 25 Maret 2026, masyarakat diimbau untuk tidak tergoda dengan iming-iming uang ganti rugi yang dinilai tidak sebanding dengan nilai tanah dalam jangka panjang. 

Mereka menegaskan bahwa uang dapat habis dalam waktu singkat, sementara tanah memiliki nilai yang dapat diwariskan kepada anak cucu.

“Intinya harus bersatu, jangan mau terpecah belah. Tanah untuk rakyat, bukan untuk segelintir pihak,” demikian pesan yang disampaikan dalam seruan tersebut.

Para pejuang juga menilai praktik “tali asih” sebagai bentuk yang dapat melemahkan perjuangan masyarakat dalam mempertahankan hak atas lahan.

Mereka mengingatkan pentingnya menjaga amanah leluhur serta tidak mengkhianati perjuangan yang telah diwariskan.

Selain itu, semangat perlawanan juga disuarakan sebagai bentuk solidaritas antar warga, termasuk dukungan terhadap peran perempuan dalam memperjuangkan hak-hak agraria.

Seruan ini turut menyuarakan agar masyarakat tetap sabar, mengedepankan persatuan, dan tidak melupakan doa dalam menghadapi berbagai tekanan.

Di tengah situasi yang semakin kompleks, para pejuang tanah berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin kuat untuk mempertahankan hak mereka secara bersama-sama.(Red)



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama