Bak “Pajak Ikan”, Dugaan Peredaran Sabu Dikomandoi BEM dan AJ di Bilah Hilir, Warga Desak APH Bertindak

Bak “Pajak Ikan”, Dugaan Peredaran Sabu Dikomandoi BEM dan AJ di Bilah Hilir, Warga Desak APH Bertindak

Teks Foto : Diduga Lokasi Peredaran Narkoba Yang Meresahkan Warga 

AliansiTV.com – Labuhanbatu, Sumatera Utara-Suasana yang seharusnya tenang di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, kini berubah menjadi keresahan. Warga setempat mengeluhkan maraknya dugaan peredaran narkoba jenis sabu yang disebut-sebut berlangsung secara terbuka dan rutin, layaknya aktivitas jual beli kebutuhan harian.

Fenomena ini bahkan diibaratkan warga seperti “pajak ikan”, di mana keluar-masuk orang terjadi hampir setiap saat. Namun, aktivitas tersebut bukanlah transaksi biasa, melainkan diduga kuat sebagai praktik jual beli sabu yang telah berlangsung cukup lama.

Nama seorang pria berinisial BEM (BB.SS) bersama rekannya AJ kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Berdasarkan keterangan sejumlah warga, keduanya diduga mengendalikan jaringan peredaran sabu di wilayah tersebut tanpa rasa takut terhadap aparat penegak hukum.

“Sudah seperti pajak ikan, bang. Orang keluar masuk terus, transaksi hampir setiap hari. Kami sudah tidak sanggup lagi melihat kondisi ini,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat pada Senin (20/4/2026) dengan nada prihatin.

Lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi disebut berada di area perkebunan kelapa sawit milik warga, yang dikenal sebagai kandang lembu. Ironisnya, lokasi tersebut berdekatan dengan fasilitas umum berupa lapangan sepak bola yang kerap digunakan masyarakat, termasuk anak-anak dan remaja.

Warga mengaku kondisi ini bukan hal baru. Aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba itu disebut telah berlangsung lama, namun hingga kini belum terlihat tindakan tegas yang mampu menghentikan aktivitas tersebut.

Keresahan pun semakin memuncak. Para orang tua khawatir lingkungan yang tidak kondusif ini akan merusak masa depan generasi muda di desa mereka. Mereka merasa seolah kehilangan perlindungan dan berharap kehadiran negara benar-benar dirasakan.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu, untuk segera turun tangan secara serius dan menyeluruh. Tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memastikan wilayah mereka benar-benar bersih dari peredaran narkoba.

Selain itu, warga juga berharap adanya sinergi dengan institusi lain seperti TNI, termasuk Kodim 0209/Labuhanbatu dan Subdenpom I/1-2 Rantauprapat, guna memberantas dugaan aktivitas ilegal yang dinilai semakin meresahkan.

Fenomena ini menjadi peringatan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat. Jika tidak segera ditangani secara tegas, transparan, dan berkelanjutan, dampaknya dikhawatirkan akan semakin luas—merusak tatanan sosial serta menghancurkan masa depan generasi muda.

Kini, warga Desa Sidomulyo hanya berharap suara mereka tidak lagi diabaikan. Mereka mendambakan penegakan hukum yang nyata—hadir sebagai pelindung masyarakat, bukan sekadar simbol tanpa tindakan.

Penulis: Sumanto

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama