AliansiTv.com –Serdang Bedagai – Peristiwa tragis menimpa seorang anak yang tenggelam di aliran sungai Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 15.25 WIB.
Korban diketahui bernama Muhammad Khairul Azam (8), seorang siswa kelas 2A SD IT Misbahul Ummah, warga Dusun III, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin Sergai.
Korban dilaporkan tenggelam saat berada di area sungai di sekitar jembatan Desa Pematang Kuala dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa terjadi pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 15.25 WIB, setelah korban meninggalkan rumah sejak pukul 13.00 WIB.
Kejadian berlangsung di aliran sungai Dusun I, tepatnya di sekitar jembatan Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.
Berdasarkan keterangan teman bermain korban, Azam diduga turun ke sungai dengan maksud untuk buang air kecil. Korban sempat membuka pakaian sebelum masuk ke dalam sungai. Namun, dalam waktu singkat korban tidak terlihat kembali ke permukaan.
Menurut keterangan pihak keluarga, sebelum kejadian korban berpamitan untuk pergi mengaji Al-Qur’an sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah itu, korban bersama temannya pergi bersepeda menuju lokasi jembatan di Desa Pematang Kuala.
Saat berada di lokasi, korban turun ke sungai dan diduga tenggelam. Temannya yang menunggu merasa curiga karena korban tidak kunjung muncul ke permukaan, lalu bergegas pulang untuk memberi tahu orang tua korban.
Warga setempat segera melakukan pencarian dengan menyelam di sekitar lokasi kejadian. Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Meski demikian, korban sempat dilarikan ke klinik terdekat untuk memastikan kondisinya.
Saksi mata, Dadang, menyebutkan bahwa warga telah berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Warga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di sekitar sungai atau area perairan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (AliansiTv-HF.T)
