Teks foto: Maraknya peredaran narkoba jenis sabu di beberapa lokasi di duga rumah bandar yang mengedarkan barang haram di Desa Kampung Baru , Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhan Batu , Kamis, 23 April 2026.(Tim)
AliansiTv.com – LABUHAN BATU – Rasa aman masyarakat di Kabupaten Labuhan batu kian memudar yang disebabkan semakin merajalela nya peredaran barang haram.
Peredaran narkotika jenis sabu disinyalir di Desa Kampung Baru, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhan Batu , Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan serius publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, seorang pria berinisial DW bersama LEN diduga kuat menjadi pengendali utama jaringan peredaran sabu di wilayah tersebut.
Aktivitas yang mereka jalankan disebut-sebut bukan lagi rahasia di tengah masyarakat.
Sejumlah warga bahkan mengungkapkan bahwa sosok D dan DW diduga merupakan mantan narapidana yang sebelumnya pernah menjalani hukuman di Lapas Rantauprapat. Kini, peredaran yang sebelumnya diduga dikendalikan oleh D, disebut telah beralih dan berkembang di bawah kendali DW.
Alih-alih meredup, aktivitas tersebut justru dinilai semakin berani dan meluas. Nama DW disebut-sebut “berkibar” layaknya simbol kuat dalam jaringan peredaran sabu di kawasan itu.
Aktivitas Diduga Terang-terangan, Warga Resah
Warga mengaku resah karena aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran sabu kerap berlangsung secara terbuka. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan aparat penegak hukum.
Seorang narasumber berinisial WR menyampaikan keresahannya kepada awak media, Rabu (22/4/2026).
“Nggak mungkin bang kalau polisi tidak tahu. Sekarang sabu itu mudah sekali didapat. D dulu diduga bandar, sekarang DW yang menguasai. Lucu kalau aparat tidak tahu,” ujarnya singkat.
WR juga menyinggung adanya dugaan pembiaran terhadap aktivitas tersebut, yang semakin menambah keresahan masyarakat.
Dugaan Pembiaran Menguat
Maraknya peredaran dalam waktu yang cukup lama memunculkan dugaan adanya pembiaran. Warga menilai, jika sejak awal dilakukan penindakan tegas, kondisi tidak akan berkembang separah saat ini.
Situasi ini turut memunculkan persepsi negatif terhadap aparat penegak hukum, khususnya jajaran Sat Narkoba Polres Labuhan batu yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba.
Desakan untuk Bertindak Tegas
Masyarakat secara terbuka meminta Kapolres Labuhan batu dan Kasat Narkoba segera mengambil langkah konkret. Sejumlah nama lain juga disebut warga diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
Warga menegaskan bahwa tindakan tegas sangat diperlukan untuk mengembalikan rasa aman.
“Jangan sampai aparat hanya jadi penonton. Kami butuh tindakan nyata,” ujar salah seorang warga.
Ancaman Serius bagi Generasi Muda
Peredaran sabu tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga ancaman nyata bagi masa depan generasi muda. Warga khawatir kemudahan akses narkoba akan meningkatkan jumlah pengguna, khususnya di kalangan remaja.
Dampak lain seperti meningkatnya kriminalitas, konflik sosial, hingga gangguan keamanan lingkungan juga menjadi kekhawatiran yang semakin nyata.
Harapan Penegakan Hukum Transparan
Masyarakat berharap aparat penegak hukum menunjukkan komitmen nyata melalui penindakan yang tegas dan transparan.
Hal ini dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan publik.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kasat Narkoba Polres, Labuhan Batu, AKP Hardiyanto,SH, MH, menyarankan agar menghubungi Kanit II. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.(Tim)

